GEREJA JEMAAT REFORMED PAPUA (GJRP).
JEMAAT IMANUEL WALMAK
DI NIPSAN
1. Definisi dan makna kata
Kata reformasi
berarti “kembali ke formasi awal” sangat sederhana. Yang menjadi pertanyaan
adalah “formasi apa?” kata formasi sama artinya dengan bentuk. Jadi bentuk atau
formasi awal sebagai landasan / dasar gereja adalah firman Tuhan. Karena itu
semangat reformasi adalah “semangat
kembali kepada Alkitab (back to the bible). Karena gereja saat itu sangat
melenceng jauh, sehingga perlu dibangun denga dasar yang teguh, yaitu jesus
Christ. Karena itu, yang perlu dipikirkan ileh GJRP adalah kembali kepada
Alkitab dalam segala aspek gereja.
Sedangkan kata transformasi berarti “menuju
ke formasi sesungguhnya”. Apa itu formasi sesungguhnya? Formasi atau bentuk
sesungguhnya adalah “menjadi serupa dan segambar dengan kristus”.
Manusia diciptakan menurut rupa dan gambar
Allah sendiri (kej.1:26,5:1). Rupa atau gambar Allah itu hilang atau rusak
karena dosa manusia (Rom 8:3), maka manusia hidup dalam krisis Rohani, hidup dalam
kegelapan tetapi gambar dan rupa itu dipulihkan oleh jesus Christ. Roma 8:29
“sebab semua orang yang dipilihnya dari semula, mereka juga ditentukannya dari
semua untuk menjadi serupa dengan gambaran anaknya, hal praktis apa yang
diperlukan untuk mewujudkan kesempurnaan itu? Dalam Roma 12:2 menjelaskan “
janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu”
Dalam efesus 5:27 menjelaskan “ia
menempatkan jemaat dihadapan dirinya dengan cemerlang dengan cacat atau kerut
atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela (1.pet 1:16)
kuduslah kamu, sebab aku kudus. Hal keserupaan dengan kristus itulah yang
dibutuhkan oleh GJRP.
2. Latar belakang Reformasi gereja
Hari reformasi,
kita peringati setiap 31 october (1517), karena hari itulah Martin Lither
menempelkan 95 dalil/protes didepan pintu gereja di Wittenberg-jerman. Kemudian
dilanjutkan oleh John Calvin dan Swingli di Switzerland dan perancis. Letusnya
terjadi di eropa kemudian berkembang ke seluruh dunia.
Mengapa dilakukan reformasi? Jawabanya
sederhana adalah karena gereja meninggalkan porosnya atau formasinya yaitu
Alkitab dan menyeweleng kepada filsafat dan rasio manusia. Filsafat
mempengaruhi teologi saat itu, dan bahkan juga setelah reformasi sampai saat
ini.
Filsabat yang berkembang saat itu adalah
filsafat Aristoteles (naturalism ) dimulai abad ke-13. Dilanjutkan dengan
pemikiran atau filsafat Thomas Aquinas (rasionalisme) yang mengajarkan adanya 5
jalan yang membuktikan adanya Allah. Sehingga banyak orang; awam maupun
akademisi mulai percaya bahwa melalui filsafat dan rasio manusiapun ada jalan
kepada Allah.
Ada beberapa aspek kerusakan gereja saat
itu:
1.
Doktrin gereja yang tidak sesuai dengan Alkitab,
contohNya: keselamatan ada ditangan gereja buka Tuhan.
2.
Kuasa pastor/paus lebih tinggi dari pada Tuhan,
contoh: untuk mendapatkan pengampunan dosa harus disiksa diri dan dapat surat
resmi dari pastor atau paus (indulgensi). Contoh lain “untuk jiwa orang mati
yang disiksa di neraka dapat dikembalikan ke sorga atas kemerijik bunyi uang
logam yang dibayarkan oleh keluarganya yang masih hidup kepada paus dan jiwanya
dapat dipindahkan.
3.
Percaya kepada benda-benda suci seperti gambar
salib untuk mengusir setan, parang peninggalan rasul-rasul dll.
4.
Gereja mencari kekayaan dengan tanah dan pajak
dari masyarakat/jemaat, dsb.
3. Prinsip-prinsip Refromed
Ada beberapa prinsip penting dari reformasi abad ke-16, yaitu.
1.
Sola gratia, “hanya anugerah.” Artinya manusia
dapat diselamatkan hanya anugerah Tuhan, bukan karena jasa , kebaikan atau
ketaatan manusia, Efe 2:8 “sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh
iman; itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah.
2.
Sola fide “hanya oleh iman.” Artinya hanya
melalui iman. “artinya hanya melalui iman orang dapat dibenarkan oleh Allah,
atau hanya melalui iman manusia datang kepada Allah.
3.
Sola scriptura, “hanya Alkitab” artinya hanya
Alkitab adalah Firman Allah yang tanpa salah dan berotoritas.
4.
Sola Christos, “hanya Kristus” artinya hanya
kristus satu-satunya juruselamat dan pusat dari isi Alkitab.
5.
Soli Deo Gloria, “hanya kemuliaan Allah.” Segala
sesuatu ada bagi kemuliaan Allah.
Ada tiga hal pandangan John Calvin
yang penting:
Pertama, doktrin yang sistematis
dan alkitabiah, sehingga John Calvin menulis banyak buku dan menafsirkan
seluruh Alkitab, kecuali Wahyu.
Kedua, sistim pemerintahan yang
dipimpin oleh para presbiter atau penatua. Keputusan-keputusan gerejani adalah
berdasarkan kesepakatan bersama dalam persidangan, bukan kebijakan seseorang.
Ketiga, disiplin gerejani harus
dijalankan dengan baik. Karena konsep Alkitab, disiplin gerejani atau istilah
yang lazim adalah “siasat gerejani” bukan sebagai alat hukuman, melainkan obat
untuk menyembukan orang sakit (orang berdosa). Dengan cara itu jemaat atau
gereja Tuhan selalu dipelihara dalam kekudusan, menuju keserupaan kristus.
4. Latar belakang GJRP
Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) berlatar belakang azas
teologi reformasi (Reformed Theology). Seluruh gereja Protestan adalah hasil
reformasi, tetapi dalam perkembangan selanjutnya ada perbedaan pendapat antara
Luther dan Calvin dalam hal gereja, perjamuan dan lainnya. Kemudian oleh
pengaruh liberalism, istilah aliran protestan lebih menjuru pada gereja-gereja
Lutheran, sedangkan aliran reformasi adalah pengikut ajaran John Calvin. Jadi
teologi reformasi sangat erat kaitanya dengan Calvinisme. Istilah Calvinisme
artinya pengikut ajaran Calvin. Contoh gereja aliran Calvinis adalah, gereja Sebagian besar gereja Protestan di Indonesia,
terutama di pulau Jawa, mendapat pengaruh Gereja Reformed, terutama dari badan
misi Gereja
Hervormd Belanda (Nederlandse Hervormde Kerk
atau NHK) dan Gereja Gereformeered Belanda (Gereformeerde Kerken in
Nederland). Selain itu gereja Reformed di Indonesia yang bercorak
evangelistik (Injili) dikenal sebagai Gereja Reformed Injili Indonesia.
ü Gereja-Gereja Reformasi di Indonesia Kalimantan
Barat (Reformed Churches in Indonesia -
Kalimantan Barat)
ü Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) di Papua, mendirikan sebuah STT dengan nama Sekolah
Tinggi Teologi Reformasi Wamena.namun kebanyakan gereja Lutheran dipengaruhi
oleh teologi Calvinis.
Kemudian
hari muncul John Wesley, pemikiranya menjembatani kedua berbedaan ini dengan
aliran yang baru yaitu Methodist, pentakosta dan gerakan Kharismatik yang saat
ini berkembang pesat.
Didalam
ajaran Calvinis sendiri, ada beberapa kelompok, yaitu kelompok radikal disebut
hyper Calvinis atau Calvinis Ortodoks, sedangkan kelompok lain disebut Calvinis
Konservatif dan lainya adalah Calvinis Liberal atau moderat.
GJRP
berasal dari kelompok Calvinis Konsrvatif, yaitu (Netherland Reformed
Congergation NRC) dalam bahasa inggris dan dalam bahasa Belanda (Gereformeerde
Gemeenten GG), bidang penginjilan dari
GG penginjilan disebut (Zending Gereformeerde Gemeenten ZGG).
Gereformeerde
Gemeenten melakukan misi Tuhan dengan membawa injil dan membuka beberapa pos PI
di papua. Misi Tuhan itu sudah diletakan kepada kepada orang-orang pribumi.
Tetapi selama ini ada beberapa Pos PI yang belum jangkau pelayanan dengan baik,
dan masi krisis Rohani. Contohnya, di Pos PI suku Korowai, Awimbon, Wubri,
Bari, Maksaram I dan II, Benawa dan yang lainya, untuk pemerintahan ekonomi
sudah tetapi khusus untuk krisis rohani masih belum terlaksanakan, kini saatnya
orang GJRP sendiri harus meneruskan misi tersebut kepada orang lain di
daerah-daerah yang belum terjangkau penginjilan.
5. Reformasi dan Transformasi dalam GJRP
GJRP perlu reformasi dan transformasi.
Reformasi yang dimaksud adalah “GJRP harus kembali kepada Alkitab” .
masing-masing pimpinan gereja harus sadar, karena sekarang banyak yang
melenceng meninggalkan poros atau formasinya, yaitu firman Allah. Jika masalah
didalam gereja belum terselesaikan dengan baik, maka masalah itu akan
perkembang seperti penyakit kanker yang merusak tubuh demikian pula merusak gereja.
GJRP harus transformasi, yaitu dalam segala
aspek kehidupan jemaat harus mencerminkan keserupaan dengan sifat dan karakter
jesus. Saya menilai beberapa pemimpin gereja, pemerintah dan jemaat mulai
menuju keserupaan dengan dunia saat ini, bukan keserupaan dengan kristus.
Contohnya, kebanyakan orang dalam GJRP
sulit bedakan mana orang Kristen yang sejati, dengan orang yang kafir. Karena
mengaku Kristen, tetapi masih takut kutuk, takut sihir, melakukan perzinahan,
mabuk, kawin dua. Mengaku Kristen tetapi melakukan pesek, seks bebas,
pencurian, korupsi. Maka seluruh jemaat, pejabat pemerintah, gereja dan seluruh
orang GJRP perlu reformasi kembali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar